Lukas Enembe Tak Terima Didakwa Rintangi Penyidikan

Lukas Enembe Tak Terima Didakwa -Eh, ada nih cerita tentang pengacara Lukas Enembe yang lagi bikin ribut soal dakwaan perintangan penyidikan kasus korupsi. Nah, pengacara Lukas Enembe ini bikin eksepsi atau nota keberatan nih, bro, buat lawan dakwaan yang dia anggep “ujug-ujug” aja.

“Berdasarkan berkas perkara, penyidikan perkara ini dilakukan tanpa dasar Laporan Kejadian Tindak Pidana, nggak ada yang ketangkep tangan, dan juga nggak ada pelimpahan perkara dari Kepolisian atau Kejaksaan. Maksudnya, surat dakwaan dibikin tanpa dasar yang jelas, gitu,” kata pengacara Roy Rening waktu lagi bacain eksepsi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2023).

Dia bilang dakwaan buat kliennya ini nggak bener-bener hati-hati. Dia bilang dakwaan itu nggak dibikin berdasarkan keterangan saksi yang ada hubungannya dengan pasal yang mereka tuduhin ke Roy.

“Surat dakwaan yang dibuat oleh jaksa penuntut umum itu nggak hati-hati banget karena dibikin nggak berdasarkan keterangan saksi yang punya hubungan langsung sama pasal yang dituduhkan ke Roy, tapi dibikin berdasarkan keterangan saksi buat perkara lain yang nggak ada hubungannya sama perkara yang lagi dibahas,” ujarnya.

Dia bilang pemeriksaan saksi malah ngarahin ke dugaan pemberian hadiah ke pegawai negeri atau penyelenggara negara. Ini dia duga dari berita acara pemeriksaan (BAP) beberapa saksi.

“Dari BAP para saksi, kayak saksi Anastasya, Gracella Randa, Anggiat Situmorang, Anton Tony Mote, Arry Susilawati Ekaningsih, Asgeir Vande, Bey Bambang Subagio, Bimantara Jayadiputro, Bonny Pirono, Lukas Enembe, Yorgemes Derek Hegemur, dan beberapa saksi lainnya, nggak ada materi pemeriksaan atau pertanyaan penyidik yang ada hubungannya sama pasal pidana yang didakwakan. Pertanyaan penyidik malah ke dugaan pemberian hadiah atau janji ke pegawai negeri atau penyelenggara negara,” jelasnya.

Lukas Enembe Tak Terima Didakwa Rintangi Penyidikan

Terus, dia juga sebut pemeriksaan saksi Aloysius Renwarin. Dia bilang pemeriksaan Aloysius malah nggak ada hubungannya dengan kliennya dan dugaan penerimaan hadiah atau janji.

“Yang lebih parah lagi, dari BAP saksi Drs. Aloysius Renwarin SH., MH., kita bisa lihat di nomor 2 BAP-nya, pemeriksaan yang ditujukan kepada saksi adalah buat ngeluarin keterangan soal dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji yang dilakukan oleh Tersangka Lukas Enembe selaku Gubernur Papua periode 2013-2018 dan periode 2018-2023,” ujar dia.

Dia juga bilang surat dakwaan perintangan penyidikan kliennya dibikin berdasarkan keterangan dari saksi penyidik KPK. Saksi penyidiknya itu Nur Arif Fiatranto dan Rossa Purbo Bekti.

“Surat dakwaan yang dibikin oleh jaksa penuntut umum itu nggak bener-bener hati-hati karena dibikin berdasarkan keterangan para saksi yang nggak bisa diterima dan kebenarannya dipertanyakan. Makanya, surat dakwaan ini harus dinyatakan batal demi hukum,” katanya.

Trus, dia minta supaya surat dakwaan ini dianggap batal demi hukum. Dia bilang dakwaan kliennya dibikin berdasarkan penggalan fakta dan penafsiran penyidik yang nggak jelas.

“Berdasarkan penjelasan tadi, jelas banget kalo Surat Dakwaan ini dibuat nggak cermat dan nggak didasarkan pada penyidikan yang bener-bener hati-hati. Perkara ini dicetusin berdasarkan potongan-potongan fakta yang nggak jelas konteksnya dan berdasarkan tafsir Penyidik atas kata-kata ‘itikad baik’ yang semaunya sendiri tanpa dasar yang jelas, cuma buat mencocokin unsur delik,” ujarnya.

Baca sinopsis film menarik hanya di sini !
Baca berita tim favorit manchester united di sini !
Baca berita Sepak Bola hanya di sini !
Baca berita Musik Internasional hanya di sini !
Baca berita seputar olahraga hanya di sini ! 
Baca berita seputar info bisnis di sini !
Baca berita Indonesia Terkini di sini !
Baca tips dan trik bermain game di sini !
Baca berita viral negara +62 di sini !
Baca berita hangat Australia di sini !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *