Pendulang Emas Tewas Dibunuh KKB di Yahukimo Jadi 7 Orang, 11 Lainnya Selamat

Pendulang Emas Tewas Dibunuh KKB di Yahukimo Jadi 7 Orang, 11 Lainnya Selamat

Dalam cerita tragis di balik pegunungan Papua, 7 pendulang emas dinyatakan meninggal dunia, dituduh sebagai korban kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun, ada juga 11 orang beruntung yang berhasil diselamatkan dari kejadian mengerikan ini.

“Tim gabungan Satgas Damai Cartenz berhasil menyelamatkan 11 warga dan menemukan 7 korban yang telah meninggal dunia,” ujar Kasatgas Damai Cartenz, Kombes Faizal Ramadhani, ketika memberikan keterangan pada Selasa (17/10/2023).

Faizal menceritakan bagaimana aparat berjuang keras untuk menyelamatkan orang-orang tersebut, meskipun mereka dihadang oleh tembakan dari KKB selama proses evakuasi.

“Ketika kami sampai di TKP, kami mengalami tembakan dan terjadi baku tembak yang berlangsung selama 1 jam 30 menit,” ungkapnya.

Menurut Faizal, dalang di balik aksi kejam ini adalah Egianus Kogoya, pemimpin KKB yang kejam.

Dia bersikeras bahwa pihak kepolisian akan mengejar dan mengadili hukum Egianus.

“Kami akan mengejar pelaku dan akan mengambil tindakan hukum terhadap Egianus Kogoya,” tegasnya.

Sebelumnya, polisi menduga bahwa 5 pendulang emas telah tewas di Kali I, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo pada Senin (16/10). Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri, memperingatkan aparat agar berhati-hati dalam melakukan penyidikan atas insiden pembunuhan ini.

“Saya sudah meminta kepada Kapolres untuk berhati-hati. Jangan sampai terjebak di area yang mungkin bisa mengganggu aparat TNI-Polri,” ujar Irjen Mathius.

 

Baca sinopsis film menarik hanya di sini !
Baca berita tim favorit manchester united di sini !
Baca berita Sepak Bola hanya di sini !
Baca berita Musik Internasional hanya di sini !
Baca berita seputar olahraga hanya di sini ! 
Baca berita seputar info bisnis di sini !
Baca berita Indonesia Terkini di sini !
Baca tips dan trik bermain game di sini !
Baca berita viral negara +62 di sini !
Baca berita hangat Australia di sini !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *